Inikah Sandiwara Cinta???

     Dikala aku terhuyung-huyung karena jatuh dalam pesonamu,

ku merasa tiap detak jantungku adalah dirimu, kamulah nafas hidupku,

kamu pewarna dalam lembar putih kertasku, kamu pelangi yang menghiasi langitku,

kamu sinar dalam gelapku dan penghangat dalam dinginku.

Serasa sempurna kau alirkan anggur asmara mengikuti tiap aliran darahku,

Anganku melayang, terbang membumbung tinggi bersama awan dilangit biru,

Indahnya harapan dan impian kurasa, semua selain dirimu adalah tak ku perlukan.

Cintamu adalah segalanya, ucapku, hingga membuat ku buta mata dan juga hati karena cintamu.

Apakah ini yang dinamakan cinta sejati? Tanyaku dalam hati.

Ataukah ini hanya sekedar sandiwara saja?

Sandiwara yang berjudul "cinta" !

Kadangkala hatiku bimbang, tapi karena pengaruh cinta yang memabukkan,

membuatku kembali terlena dalam anggur asmara yang kau percikkan.

Waktu terus berjalan tanpa pernah berhenti walau hanya sedetik saja.

Hingga saat itu, saat dimana Tuhan memperlihatkan semua rahasiamu, dan keadaanmu yang sebenarnya.

Diluar kendali akupun serasa terhempas, terpukul, dan terpuruk hebat, mengetahui tentangmu.

Tanpa sadar air bening dari sudut mataku mengalir membasahi pipi,

tanda hatiku hancur terluka. Luka yang ta gampang tuk disembuhkan.

Disaat seperti itu aku masih berusaha meyakinkan bahwa kukan baik-baik saja,

dan ku kan coba hapuskan ingatanku tentang semua salahmu. Tapi….

Semua nya hanya sia-sia saja, aku tak sekuat itu, aku telah terjatuh dan terluka.

Permintaan maafmu hanya menyesakkan dadaku, tangisanmu menambah lukaku makin menganga.

Ku mohon hentikan! sudah cukup. Aku lelah dengan cinta yang menyesatkan ini.

Kesedihan demi kesedihan menyergap hari-hariku,

kesunyian menjadi temanku, hingga suatu hari, kutak kuasa lagi menahan

kekecewaan dalam dadaku, hatiku resah dan mulai dihinggapi keputus-asaan.

Saat itu, tanpa ku menduga dan menyangkan, kurasakan suatu keindahan menyapaku,

bahkan lebih indah dari gelora rindu pada sang kekasih,lebih indah dari apa-apa yang pernah ku dapat.

Kutertegun,kudiam terpaku, ada keraguan hebat untuk menggapainya, tapi…Lagi-lagi kutakberdaya,

entah dari mana angin kesejukan itu berhembus, yang kurasakan adalah, rasa sejuk itu bagaikan embun

dipagi hari menyirami ladang hatiku yang kering oleh sengatan kasar mentari. Kini, aku merasa ada tangan

lembut membelaiku. Dan tangan itupun membimbingku memasuki indahnya dunia cinta.

Kutersenyum, dan terbata ku ucapkan sebuah kalimah syukur, syukur yang menyejukkan qalbu.

Kutersadar dari angan panjang, ku sadar dan mulai mengerti, bahwasanya cinta-Nyalah yang takkan

mengecewakanku, cinta-Nyalah yang sejati nan hakiki.

Tak pernah Dia marah dan bosan mendengarkan keluhanku.

Dia tak pernah meninggalkanku, tak pernah berhenti menyayangiku.

Walaupun ku telah banyak melupakan-Nya, Dia senantiasa memberkahiku.

Ingin kusandarkan seluruh hidupku hanya dalam kasih sejati-Nya, Rabbi… Izinkanlah

aku bersandar dengan segala kelemahan dan kehinaanku, karena ku tahu hanya cinta, kasih dan

sayang-Mu lah yang abadi. Maulaku, sampaikanlah salamku pada insan-Mu yang telah kau pilihkan untukku

menjadi teman dalam hidup menuju keharibaan-Mu, yang saling mencintai atas dasar cinta dari-Mu.

Ilahi… Ampunkanlah aku, terimalah taubatku,

sesungguhnya Engkaulah Dzat pengampun dosa. Izinkalah aku kembali ke jalan-Mu,

walau tak sempurna, meskipun tak layak. Aku mohon berikanlah kesempatan untukku kembali pada-Mu.

Bukankah ampunan-Mu melebihi dosa-dosa hamba-Mu? Bila Kau tak mengampuni aku, kepada siapa lagi aku minta

  • ampunan dan naungan? Tuhan lihatlah umat-Mu ini, jiwaku merindukan-Mu.

Leave a Reply