Daun putri malu

UUkkhhhh… teriak putri malu, dengan cepat dia melipat daun-daunnya,

hingga terlihat menguncup ketika terkena sentuhan. Inilah keunikan dari daun putri malu,

setiap terkena sentuhan, tiupan dan kepanasan dia akan segera menguncup.

Mungkin bagi kita manusia, itu suatu hal yang tak berarti, tapi bagi putri malu atau

dalam bahasa ilmiahnya mimosa piduca L ini,karena dia mengalami perubahan turgor

pada tulang daun. Maka tiap terkena rangsangan berupa tiupan, sentuhan

dan panas yang menyengat dia akan menutup daunnya.

Tanaman ini juga menguncup dikala matahari terbenam, dan merekah kembali

dikala matahari terbit.

Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan

tumbuhan(herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman

putri malu yang lebih terlihat pucat, dimanfaatkannya untuk melindungi diri.

Dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya mau memakannya

berfikir bahwa tumbuhan tersebut sudah layu, dan menjadi tak minat tuk memakannya.

Harusnya kita yang diberi akal, bisa mengambil dari perumpamaan-perumpamaan

yang dicipta-Nya. Dari info diatas, kita tahu bahwa daun putri malu bersifat sensitive.

Sensitive terhadap sesuatu hal yang membahayakan bagi dirinya, dan juga hidupnya.

maka dari itu daun putri malu selalu waspada, dan tak segan dia kan melukai

siapa saja yang berniat menyakitinya, dengan duri-duri yang ada di tiap batangnya.

Harusnya kita mencontoh tumbuhan yang satu ini, dia yang waspada dari bahaya dunia

luar, dia yang tak mudah menyerahkan dirinya pada yang lain yang hendak merengkuhnya.

begitu pula kita, harusnya waspada dengan pengaruh angin yang kadang lembut,

tapi melenakan,dan akhirnya menjatuhkan. Harusnya kita waspada dari pengaruh-pengaruh

yang hanya mementingkan individunya saja. Jangan segan tuk menutup diri,

kalau demi kebaikan kita, jangan segan tuk berperang bila kelompok lain ingin

menjatuhkan imanmu.

Pura-pura bodoh lebih baik dari pada saling mencaci,

Pura-pura dengan kejelekan yang ada padamu lebih baik,

karena keindahan dan keelokan hanya untuk RABBUL ‘ALAMIN…

Siap menerima kebenaran yang digambarkan dengan terbit matahari,

dan siap menjaga diri dari kejahatan dan segala hal yang merusak etika,

yang digambarkan dengan menguncupnya dikala matahari tenggelam.

Moga jadi bahan renungan bersama.

-artikelinijgbsdibacadiblogpenuligindonesiaku-

Leave a Reply