Jasadku
dari persada mikraj,
aku turun menjadi jisim
Kau semaikan benih diriku
pada debu-debu dunia yang hina-dina
betapa aku bisa bertahan sabar
untuk kembali melihat wajahku yang asal
wahai jasadku, engkaulah sebesar-besarnya hijab
yang memisahkan Habibi yang kucintai,
maka jadilah engkau cermin dalam sifatku.
Agar bersatu dalam pandangan..
October 30th, 2008 at 6:16 pm
klo tulisan ini kata mutiaranya sastrawan abuya hamka kayaknya hohohohohh