Jasadku

dari persada mikraj,

aku turun menjadi jisim

Kau semaikan benih diriku

pada debu-debu dunia yang hina-dina

betapa aku bisa bertahan sabar

untuk kembali melihat wajahku yang asal

wahai jasadku, engkaulah sebesar-besarnya hijab

yang memisahkan Habibi yang kucintai,

maka jadilah engkau cermin dalam sifatku.

Agar bersatu dalam pandangan..

One Response to “Jasadku”

  1. zulaika Says:

    klo tulisan ini kata mutiaranya sastrawan abuya hamka kayaknya hohohohohh

Leave a Reply