Oooh Bunda…..
Thursday, July 24th, 2008Suatu ketika…
seorang bayi siap unuk dilahirkan ke dunia,
menjelang diturunkan dia bertanya pada TUHAN,
"para malaikat disini mengatakan bahwa bsk,
Engkau akan mengirimku ke dunia,
tetapi bagaimana cara saya hidup disana,
saya begitu kecil dan lemah?
kata sibayi,
TUHAN menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat
untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu",
tapi, disurga apa yang saya lakukan
hanyalah bernyanyi dan tertawa,
ini cukup bagi saya untuk bahagia,
demikian kata sibayi.
Tuhan pun menjawab:
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu
stiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan
cintanya dan akan jadi lebih berbahagia".
sibayipun kembali bertanya:
dan apa yang dapat saya lakukan
saat saya ingin berbicara dengan-Mu?
skali lagi Tuhan menjawab:"Malaikatmu akan mengajarkan
bagaimana cara kau berdo’a".
sibayipun belum puas,
ia pun bertanya lagi,
saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat,
siapa yang akan melindungi saya?
dan dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab:
"Malaikatmu akan melindungimu,
dgn taruhan jiwanya sekalipun".
sibayipun tetap belum puas,
dan melanjutkan pertanyaannya,
tapi saya akan bersedih karena tidak melihat
Engkau lagi.
Dan Tuhan pun menjawab:
malaikatmu akan menceritakan kepadamu,
tentang AKu dan akan mengajarkan bagaimana
agar kamu bisa kembali pada-Ku.
Walaupun sebenarnya AKU slalu berada disisimu,
saat itu surga begitu tenangnya,
sehingga suara dari bumi dapat terdengar,
dan sibayi dengan suara lirihnya bertanya:
Tuhan… jika saya harus pergi sekarang,
bisakah Engkau memberitahu siapa nama
malaikat dirumahku nanti?
Tuhanpun menjawab:
kau dapat memanggilnya,
IBU…..
Kenanglah ibu yang menyayangimu,
untuk ibu yang selalu meneteskan air matanya
ketika kau pergi.
ingatkah kau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut,
demi melihat kau tidur nyenyak dgn dua selimut
membalut tubuhmu.
ingatkah ketika jemari ibumu mengusap lembut kepalamu?
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes
dari mata ibumu ketika kau terbaring sakit?
sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan
kepulanganmu,dirumah ditempat kau dilahirkan.
kembalilah memohon maaf pada ibumu,
yang selalu rindukan senyumanmu,
jangan biarkan engkau kehilangan saat2 yang akan
kau rindukan di masa datang ketika ibumu telah tiada.
tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita,
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia,
yang ada hanyalah kamar yang kosong
tanpa penghuni,
tak kan ada lagi yang meneteskan air mata
saat mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.
kembalilah segera peluklah ibumu,
yang selalu menyayangimu,
ciumlah kaki ibu yang slalu merindukanmu
dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
kenanglah smua cinta kasih dan sayangnya.
smoga ibunda mendapat tempat terindah sebagai kekasih-Nya.
Ilahi…
kasihilah dan sayangilah ibunda kami,
tempatkan kah beliau ditempat para kekasih-Mu.