Pacaran, Untuk Apa?

October 22nd, 2008 by ika-patria

Pacaran? kayaknya dunia ini identik dengan kebahagiaan dan kesukacitaan, benar gak yah? kalau gak bener berarti salah hehehe

 Dari devinisi ini, banyak pertanyaan yang mengganjal dalam rongga pikiran saya. Menurut saya, bukan hubungan antara lawan jenis itu yang menarik untuk di diskusikan. Tapi, mengenai apa yang menjadi tujuan kedua sejoli ini, menjalin hubungan yang disebut pacaran?

 Untuk saling mengenal dan menyelami pribadi masing-masing? Trus kalau sudah kenal buat apa? Apa dengan mengenal jauh-jauh bisa menjamin kebahagiaan rumah tangga nantinya? iya kalau doi yang jadi istri atau suami anda, kalau bukan? waduuuuwww

 Untuk mencari hiburan dan refresing dari tugas kuliah atau penatnya pekerjaan? Anda mau hiburan? nonton saja empat mata…. gubrakkkkkk!!!! (iklan lewat)gak mutu banget yah masak doi disamain ma acara tipi heuheuheu.

 Karena doi cantik atau gantheng? Cantik? Gantheng? kalau cuman fisiknya aja, gak menjamin keutuhan cinta. Mungkin saja dengan kecantikan dan keganthengan si doi malah menghianati anda dengan berselingkuh. hemmmm cakit deeewwww

 Hayyoooo…. dari alasan-alasan di atas sebandingkah dengan resiko yang akan dihadapi? jawabannya, silahkan renungkan dan kaji ulang kembali, secara individu masing-masing.

 Mestinya kalau anda merasa doi sangat anda harapkan atau anda merasa tak tenang, jiwa selalu gelisah karena dia, anda harus bertanya pada hati nurani anda sendiri, karena hati nurani tak akan pernah berbohong.

 Tanyakan, apa dan buat apa kalau hanya sekedar pacaran? Ingin coba-coba karena belum siap terikat. Anda pengecut!!! Siapa pun yang menyinta, harus siap terikat, salah satunya terikat komitmen. Kalau anda menyinta, jadilah pecinta sejati! bersiaplah berjalan di dalam koridor ILAHI, dengan mengamalkan sunnatul rosul yaitu “menikah”. {Jadi menikah dulu baru pacaran}. Tapi, rumus ini bagi masyarakat umum masih dibilang langka. Padahal rumus ini lebih mendekatkan pada kesucian lahir dan batin. Begitulah masyarakat umumnya sangat proaktif dengan pengaruh-pengaruh yang datangnya dari dunia barat. Menjadikan hubungan lawan jenis dengan suatu hal yang wajar. Bahkan sekarang sudah sangat jauh mengikuti budaya dunia barat. 

 Sangat disayangkan, sebagian besar umat islam telah dicuci otaknya dengan hal-hal yang katanya modern. Yang padahal kalau di pikir ulang, semua merugikan.

 Sebenarnya tujuan akhir dari sebuah hubungan itu mengharapkan kehidupan penuh cinta, ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan kan? nah! kalau tahu tujuan akhir seperti itu, apa dengan pacaran bisa menjamin tujuan akhir bisa tercapai?

 Kalau dengan pacaran pun tak ada jaminan untuk tercapainya tujuan akhir, apa tidak sangat lebih baik kalau kita mempraktek kan rumus di atas tadi? yang insyaAllah akan lebih menjaga kesucian kita, dan menghindarkan dari hal-hal yang di luar koridor hukum dan agama? Jawabannya kembali pada individu masing-masing. Kalaupun anda merasa opini saya ini tidak cocok, ya silahkan mengambil persepsi lain. Tapi, kalau masih ada jawaban yang lain, silahkan, saya siap untuk mendiskusikan.

Key….. tetep damai yah….  damai itu indah….

 

-23oct0810.09-

Inikah Sandiwara Cinta???

August 24th, 2008 by ika-patria

     Dikala aku terhuyung-huyung karena jatuh dalam pesonamu,

ku merasa tiap detak jantungku adalah dirimu, kamulah nafas hidupku,

kamu pewarna dalam lembar putih kertasku, kamu pelangi yang menghiasi langitku,

kamu sinar dalam gelapku dan penghangat dalam dinginku.

Serasa sempurna kau alirkan anggur asmara mengikuti tiap aliran darahku,

Anganku melayang, terbang membumbung tinggi bersama awan dilangit biru,

Indahnya harapan dan impian kurasa, semua selain dirimu adalah tak ku perlukan.

Cintamu adalah segalanya, ucapku, hingga membuat ku buta mata dan juga hati karena cintamu.

Apakah ini yang dinamakan cinta sejati? Tanyaku dalam hati.

Ataukah ini hanya sekedar sandiwara saja?

Sandiwara yang berjudul "cinta" !

Kadangkala hatiku bimbang, tapi karena pengaruh cinta yang memabukkan,

membuatku kembali terlena dalam anggur asmara yang kau percikkan.

Waktu terus berjalan tanpa pernah berhenti walau hanya sedetik saja.

Hingga saat itu, saat dimana Tuhan memperlihatkan semua rahasiamu, dan keadaanmu yang sebenarnya.

Diluar kendali akupun serasa terhempas, terpukul, dan terpuruk hebat, mengetahui tentangmu.

Tanpa sadar air bening dari sudut mataku mengalir membasahi pipi,

tanda hatiku hancur terluka. Luka yang ta gampang tuk disembuhkan.

Disaat seperti itu aku masih berusaha meyakinkan bahwa kukan baik-baik saja,

dan ku kan coba hapuskan ingatanku tentang semua salahmu. Tapi….

Semua nya hanya sia-sia saja, aku tak sekuat itu, aku telah terjatuh dan terluka.

Permintaan maafmu hanya menyesakkan dadaku, tangisanmu menambah lukaku makin menganga.

Ku mohon hentikan! sudah cukup. Aku lelah dengan cinta yang menyesatkan ini.

Kesedihan demi kesedihan menyergap hari-hariku,

kesunyian menjadi temanku, hingga suatu hari, kutak kuasa lagi menahan

kekecewaan dalam dadaku, hatiku resah dan mulai dihinggapi keputus-asaan.

Saat itu, tanpa ku menduga dan menyangkan, kurasakan suatu keindahan menyapaku,

bahkan lebih indah dari gelora rindu pada sang kekasih,lebih indah dari apa-apa yang pernah ku dapat.

Kutertegun,kudiam terpaku, ada keraguan hebat untuk menggapainya, tapi…Lagi-lagi kutakberdaya,

entah dari mana angin kesejukan itu berhembus, yang kurasakan adalah, rasa sejuk itu bagaikan embun

dipagi hari menyirami ladang hatiku yang kering oleh sengatan kasar mentari. Kini, aku merasa ada tangan

lembut membelaiku. Dan tangan itupun membimbingku memasuki indahnya dunia cinta.

Kutersenyum, dan terbata ku ucapkan sebuah kalimah syukur, syukur yang menyejukkan qalbu.

Kutersadar dari angan panjang, ku sadar dan mulai mengerti, bahwasanya cinta-Nyalah yang takkan

mengecewakanku, cinta-Nyalah yang sejati nan hakiki.

Tak pernah Dia marah dan bosan mendengarkan keluhanku.

Dia tak pernah meninggalkanku, tak pernah berhenti menyayangiku.

Walaupun ku telah banyak melupakan-Nya, Dia senantiasa memberkahiku.

Ingin kusandarkan seluruh hidupku hanya dalam kasih sejati-Nya, Rabbi… Izinkanlah

aku bersandar dengan segala kelemahan dan kehinaanku, karena ku tahu hanya cinta, kasih dan

sayang-Mu lah yang abadi. Maulaku, sampaikanlah salamku pada insan-Mu yang telah kau pilihkan untukku

menjadi teman dalam hidup menuju keharibaan-Mu, yang saling mencintai atas dasar cinta dari-Mu.

Ilahi… Ampunkanlah aku, terimalah taubatku,

sesungguhnya Engkaulah Dzat pengampun dosa. Izinkalah aku kembali ke jalan-Mu,

walau tak sempurna, meskipun tak layak. Aku mohon berikanlah kesempatan untukku kembali pada-Mu.

Bukankah ampunan-Mu melebihi dosa-dosa hamba-Mu? Bila Kau tak mengampuni aku, kepada siapa lagi aku minta

  • ampunan dan naungan? Tuhan lihatlah umat-Mu ini, jiwaku merindukan-Mu.

Holy of Qur’an

August 24th, 2008 by ika-patria

Kesucianmu telah diakui

Dan kebenaranmu tak teragukan lagi

Seorang yang menyentuhmupun harus suci

Membuka mupun harus membentengi diri

Baris-baris tiap ayatmu

Menyimpan rahasia ketenangan qolbu

Didalam  tiap hurufmu kutemukan pelipur lara

Untuk tiap sakit yang ku derita

Kedamaian menyapaku

Saat ku renungi tiap makna darimu

Kedamaian dan ketenteraman itu

Layaknya seorang bayi yang menyusu pada ibu

Begitu dahsyat kalam Tuhan yang tersurat

Dia jawaban dari tiap pertanyaan

Dia penghibur bagi yang susah

Dan penerang hari bagi para insan pencari Ilahi Rabbi…

Daun putri malu

August 19th, 2008 by ika-patria

UUkkhhhh… teriak putri malu, dengan cepat dia melipat daun-daunnya,

hingga terlihat menguncup ketika terkena sentuhan. Inilah keunikan dari daun putri malu,

setiap terkena sentuhan, tiupan dan kepanasan dia akan segera menguncup.

Mungkin bagi kita manusia, itu suatu hal yang tak berarti, tapi bagi putri malu atau

dalam bahasa ilmiahnya mimosa piduca L ini,karena dia mengalami perubahan turgor

pada tulang daun. Maka tiap terkena rangsangan berupa tiupan, sentuhan

dan panas yang menyengat dia akan menutup daunnya.

Tanaman ini juga menguncup dikala matahari terbenam, dan merekah kembali

dikala matahari terbit.

Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan

tumbuhan(herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman

putri malu yang lebih terlihat pucat, dimanfaatkannya untuk melindungi diri.

Dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya mau memakannya

berfikir bahwa tumbuhan tersebut sudah layu, dan menjadi tak minat tuk memakannya.

Harusnya kita yang diberi akal, bisa mengambil dari perumpamaan-perumpamaan

yang dicipta-Nya. Dari info diatas, kita tahu bahwa daun putri malu bersifat sensitive.

Sensitive terhadap sesuatu hal yang membahayakan bagi dirinya, dan juga hidupnya.

maka dari itu daun putri malu selalu waspada, dan tak segan dia kan melukai

siapa saja yang berniat menyakitinya, dengan duri-duri yang ada di tiap batangnya.

Harusnya kita mencontoh tumbuhan yang satu ini, dia yang waspada dari bahaya dunia

luar, dia yang tak mudah menyerahkan dirinya pada yang lain yang hendak merengkuhnya.

begitu pula kita, harusnya waspada dengan pengaruh angin yang kadang lembut,

tapi melenakan,dan akhirnya menjatuhkan. Harusnya kita waspada dari pengaruh-pengaruh

yang hanya mementingkan individunya saja. Jangan segan tuk menutup diri,

kalau demi kebaikan kita, jangan segan tuk berperang bila kelompok lain ingin

menjatuhkan imanmu.

Pura-pura bodoh lebih baik dari pada saling mencaci,

Pura-pura dengan kejelekan yang ada padamu lebih baik,

karena keindahan dan keelokan hanya untuk RABBUL ‘ALAMIN…

Siap menerima kebenaran yang digambarkan dengan terbit matahari,

dan siap menjaga diri dari kejahatan dan segala hal yang merusak etika,

yang digambarkan dengan menguncupnya dikala matahari tenggelam.

Moga jadi bahan renungan bersama.

-artikelinijgbsdibacadiblogpenuligindonesiaku-

Sampah??? no please….

August 19th, 2008 by ika-patria

Subconscious mind (pikiran bawah sadar) kita, menempati peranan yang

paling utama untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas manusia.

Maka dari itu jangan biarkan pikiran negative,kemarahan,ledekan,

memasuki bagian subconscious kita. Semua itu adalah sampah,buang cepat-

cepatlah sampah itu. Jangan biarkan bercokol dan mencemarkan isi dari

subconscious yang lain.

Kalau posisi anda seperti saya sebagai bawahan, yang mau tidak mau

pasti sering mendapat ceramah yang menyesakkan dada dari atasan.

Tapi coba yakinkan dengan satu keyakinan bahwa ceramah itu jangan dimasukkan ke subconscious kita,

Cukup masukkan dalam conscious(pikiran sadar) kita untuk kita olah,

kita ambil sari yang berguna bagi kita.

Belum tentu atasan kitapun lebih baik dari kita, apalagi atasan yang

gampang menumpahkan amarah tanpa alasan jelas.

Dari maka itu marilah kita sikapi semua masalah dengan kepala dingin,

Karena dengan marah subconscious kita akan terganggu, dan akan menjadi

endapan sampah yang tak berguna dalam diri kita.

Usahakan subconscious kita hanya menerima hal-hal yang baik dan positive.

Sampah??? no please…….

Fatamorgana

August 19th, 2008 by ika-patria

Sekian lama ku jalani hidup dengan tak pernah sedikitpun kekurangan,

dan sekian lama juga ternyata lidahku melupakan sebuah syukur.

Disini ku terpaku seorang diri, ku termenung dalam kesendirian,

apa yang aku cari??? sebuah pertanyaan yang muncul dari dalam hati,

dirumah aku ingin di manjakan dengan kasih sayang, ditempat kerja,

aku ingin di hargai, di sekolah aku ingin di nomorsatukan,

ketika bersama sobatku aku ingin di perhatiin. Fuiiiiiiiiih ini manusia emang egois banget.

Tanpa berfikir untuk orang lain, tanpa mensyukuri karunia yang telah ada.

Ada suara laen yang menghentakkan ku, sebuah kata "Fatamorgana" Kalau tahu dunia fatamorgana,

kenapa masi mengejar yang fatamorgana???

Dunia memang super duper dengan segala kesenangan dan kenikmatan yang di beritakan dalam media kita.

Popularitas, dan segala kebahagiaan duniawi kan musnah dan kembali pada nol.

-sadurandariblogqudiwww.penulis-indonesia.com/azkatuafifah-

Oooh Bunda…..

July 24th, 2008 by ika-patria

Suatu ketika…

seorang bayi siap unuk dilahirkan ke dunia,

menjelang diturunkan dia bertanya pada TUHAN,

"para malaikat disini mengatakan bahwa bsk,

Engkau akan mengirimku ke dunia,

tetapi bagaimana cara saya hidup disana,

saya begitu kecil dan lemah?

kata sibayi,

TUHAN menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat

untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu",

tapi, disurga apa yang saya lakukan

hanyalah bernyanyi dan tertawa,

ini cukup bagi saya untuk bahagia,

demikian kata sibayi.

Tuhan pun menjawab:

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu

stiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan

cintanya dan akan jadi lebih berbahagia".

sibayipun kembali bertanya:

dan apa yang dapat saya lakukan

saat saya ingin berbicara dengan-Mu?

skali lagi Tuhan menjawab:"Malaikatmu akan mengajarkan

bagaimana cara kau berdo’a".

sibayipun belum puas,

ia pun bertanya lagi,

saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat,

siapa yang akan melindungi saya?

dan dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab:

"Malaikatmu akan melindungimu,

dgn taruhan jiwanya sekalipun".

sibayipun tetap belum puas,

dan melanjutkan pertanyaannya,

tapi saya akan bersedih karena tidak melihat

Engkau lagi.

Dan Tuhan pun menjawab:

malaikatmu akan menceritakan kepadamu,

tentang AKu dan akan mengajarkan bagaimana

agar kamu bisa kembali pada-Ku.

Walaupun sebenarnya AKU slalu berada disisimu,

saat itu surga begitu tenangnya,

sehingga suara dari bumi dapat terdengar,

dan sibayi dengan suara lirihnya bertanya:

Tuhan… jika saya harus pergi sekarang,

bisakah Engkau memberitahu siapa nama

malaikat dirumahku nanti?

Tuhanpun menjawab:

kau dapat memanggilnya,

IBU…..

Kenanglah ibu yang menyayangimu,

untuk ibu yang selalu meneteskan air matanya

ketika kau pergi.

ingatkah kau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut,

demi melihat kau tidur nyenyak dgn dua selimut

membalut tubuhmu.

ingatkah ketika jemari ibumu mengusap lembut kepalamu?

dan ingatkah engkau ketika air mata menetes

dari mata ibumu ketika kau terbaring sakit?

sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan

kepulanganmu,dirumah ditempat kau dilahirkan.

kembalilah memohon maaf pada ibumu,

yang selalu rindukan senyumanmu,

jangan biarkan engkau kehilangan saat2 yang akan

kau rindukan di masa datang ketika ibumu telah tiada.

tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita,

tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia,

yang ada hanyalah kamar yang kosong

tanpa penghuni,

tak kan ada lagi yang meneteskan air mata

saat mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.

kembalilah segera peluklah ibumu,

yang selalu menyayangimu,

ciumlah kaki ibu yang slalu merindukanmu

dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.

kenanglah smua cinta kasih dan sayangnya.

smoga ibunda mendapat tempat terindah sebagai kekasih-Nya.

Ilahi…

kasihilah dan sayangilah ibunda kami,

tempatkan kah beliau ditempat para kekasih-Mu.

Waktu…

July 20th, 2008 by ika-patria

Waktu… andai kau tau,

bahwa banyak orang yang merugi,

banyak orang yang menyesal,

karna meremehkan mu,

karena mengabaikanmu.

wahai kau waktu…

kau yang selalu pergi meninggalkanku,

tanpa pernah kembali lagi,

karnemu aku sering menguras air mataku,

karena kebodohanku, karena ku sllu lalai,

wahai waktu.. dari perdetik bilangan terkecilmu,

sudah cukup untuk mengangkat derajat

seseorang atao menghinakan seseorang.

Wahai Engkau pencipta waktu,

izinkanlah kami memperbaiki tiap detik kami,

janganlah karena kekerdilan dan kebodohan kami,

menjadikan kami tertinggalkan oleh waktu-waktu-Mu

Ilahi….

perkenankanlah kami melihat cahaya dalam gelap-Mu,

jangan biarkan kami tersesat dari jalan lurus-Mu,

jalan yang Kau ridhoi.

amiiiin…..

Jasadku

July 20th, 2008 by ika-patria
dari persada mikraj,

aku turun menjadi jisim

Kau semaikan benih diriku

pada debu-debu dunia yang hina-dina

betapa aku bisa bertahan sabar

untuk kembali melihat wajahku yang asal

wahai jasadku, engkaulah sebesar-besarnya hijab

yang memisahkan Habibi yang kucintai,

maka jadilah engkau cermin dalam sifatku.

Agar bersatu dalam pandangan..

Sujud Syukur

July 20th, 2008 by ika-patria
Engkaukah antara semua yang wujud ini wahai Habibi,

betapa Engkau tidak sepatutnya diabaikan

untuk bersujud syukur kepada-Mu

dosa yang paling besar ialah masih dalam pengakuan

adanya wujud yang lain dari Wujud-Mu

inilah dosa yang sukar ditebus

walau dengan iman yang selaksa Gunung Uhud.